Jumat, 18 Maret 2011

TUGAS 1 Tentang Bamboo Fun Pen Tablet



PERTANYAAN:
1. Menjelaskan fungsi dari Bamboo Fun Pen Tablet ?
2. Menjelaskan Cara Penggunaan dan contoh hasilnya?
3. Menjelaskan Keuntungan Pengguna?

Jawab. 


Bamboo Fun Pen Tablet adalah perangkat keras tambahan pengganti mause, namun lebih di-design untuk mempermudah dalam mengelola pembuatan grafik.

2.(a). Fungsi  dari tools yg berada pada pencil : (gambar yang di buat di bawah merupakan hasil dari
          penggunaan Bamboo Fun Pen Tablet)


2.(b). Fungsi tools yang berada pada pad : (gambar yang di buat di bawah merupakan hasil dari
          penggunaan     Bamboo Fun Pen Tablet)


1.(c). Penggunaan mouse pada Bamboo Fun Pen Tablet, sama caranya dengan penggunaan mouse pada
          umumnya.


3. Keuntungan Penggunaan:
    - penggunaannya terasa lebih praktis saat men-design objek di komputer.
    - sewaktu men-design seperti menggambar di atas kertas.
    - mudah menggunakannya.
    - minim dalam penggunaan kabel. jadi tidak terlalu memakan tempat.




Minggu, 18 Juli 2010

Tugas 8 : Register Buffer Terkendali & Register Shift Terkendali

A. REGISTER BUFFER TERKENDALI



Register Buffer Terkendali adalah register buffer yang ditambah dengan beberapa gerbang logika dasar AND, OR, dan NOT. Gambar rangkaian menunjukkan sebuah Register buffer terkendali dengan CLR aktif tinggi. Apabila CLR = 1, maka akan terjadi reset pada flip-flop dan data yang tersimpan (Q) menjadi 0000. dan ketika CLR = 0, register siap beroperasi kembali.
Sinyal kendali LOAD adalah input kendali yang menentukan operasi rangkaian.Ketika LOAD = 0, semua input data tidak diizinkan masuk, artinya flip-flop mengisolasi input data atau menahan semua data yang ada di dalamnya. Dengan kata lain, register tidak berubah selama LOAD = 0. Ketika LOAD = 1, semua input data akan diterima oleh register. Ketika LOAD kembali = 0, maka input data yang diterima register tadi akan tersimpan dengan aman tanpa gangguan perubahan input.

B. REGISTER SHIFT TERKENDALI



Register Shift Terkendali adalah register geser yang ditambah dengan beberapa gerbang logika dasar AND, OR, dan NOT. Register geser terkendali memiliki input-input kendali yang mengatur operasi rangkaian pada pulsa-pulsa pendetak berikutnya. Gambar rangkaian memperlihatkan bagaimana operasi penggeseran ke kiri dapat dikendalikan.
SHL adalah sinyal kendali. Jika SHL = 0, setiap output flip-flop masuk kembali ke input datanya sehingga data tetap tersimpan pada setiap flip-flop pada waktu pulsa-pulsa pendetak tiba. Dengan begitu, semua data dapat disimpan selama waktu yang diinginkan. Jika SHL = 1, maka input data (D in) akan masuk ke flip-flop yang paling kanan dan output pada flip-flop paling kanan (Q0) akan masuk menjadi input ke flip-flop kedua di sebelah kirinya. Kemudian outputnya (Q1) akan masuk juga menjadi input ke flip-flop selanjutnya yang di sebelah kiri. Begitu berulang-ulang seterusnya. Dengan kata lain data yang tersimpan pada register akan berubah karna setiap data bergeser satu posisi ke kiri. Contoh : 0001 kemudian diinputkan 0 maka akan menjadi 0010.

Minggu, 04 Juli 2010

Tugas 7 (Up Down Counter)

Counter merupakan aplikasi dari Flip-flop yang mempunyai fungsi menghitung. Proses penghitungan yang dilakukan Counter secara sekuensial, baik menghitung naik (Up Counting) maupun turun (Down Counting).

Sebuah Counter disebut sebagai Up Counter jika dapat menghitung secara berurutan mulai dari bilangan terkecil sampai bilangan terbesar.

Contoh : 0-1-2-3-4-5-6-7-0-1-2-….

Sedangkan Down Counter adalah Counter yang dapat menghitung secara berurutan dari bilangan terbesar ke bilangan terkecil.

Rangkaian Up/Down Counter merupakan gabungan dari Up Counter dan Down Counter. Rangkaian ini dapat menghitung bergantian antara Up dan Down karena adanya input eksternal sebagai control yang menentukan saat menghitung Up atau Down. Pada gambar 4.4 ditunjukkan rangkaian Up/Down Counter Sinkron 3 bit. Jika input CNTRL bernilai ‘1’ maka Counter akan menghitung naik (UP), sedangkan jika input CNTRL bernilai ‘0’, Counter akan menghitung turun (DOWN).

Tabel PS/NS untuk Up dan Down Counter 3 bit seperti ditunjukan pada Tabel :



gambar rangkaian up down counter :

Sabtu, 19 Juni 2010

Tugas 6 !

Penjelasan tentang penjumlah komlemen 2 beserta contoh !!







Cara kerja dari rangkaian tersebut adalah sebagai berikut :

Jika SUB = 1 maka FA akan menghasilkan S = A +( B' + 1),  B’+1 merupakan representasi dari bilangan negatif, sehingga S = A – B.
 
Jika SUB = 0 maka bit-bit B akan melewati XOR tanpa mengalami inversi, dimana FA menghasilkan
S = A + B.

Contoh :
A = 5
B =  2  _
____
…….

Jawab :
Jika dibuat bilangan binnernya maka menjadi :
A = 5 = 0101                             B = 2 = 0010
Sebelum mengurangkan A dengan B maka, B terlebih dahulu di inverskan. Lalu B’ di tambahkan dengan 1
Seperti berikut :
B= 2 = 0010
B’= 1101 + 1 = 1110

Setelah itu baru  A  ditambahkan  dengan B’

A  =  0101
B  =  1110 
       10011
Ket :
angaka 1 yang berada didepan diabaikan/ditiadakan  karena 1 merupakan bit tanda sedangkan 0011 merupakan bit-bit numeriknya.

Minggu, 02 Mei 2010

TUGAS 5.

5A.   GAMBAR RANGKAIAN FULL ADDER

Rangkaian Full-Adder, pada prinsipnya bekerja seperti Half-Adder, tetapi mampu menampung bilangan Carry dari hasil penjumlahan sebelumnya. Jadi jumlah inputnya ada 3: A, B dan Ci, sementara bagian output ada 2: S dan Co. Ci ini dipakai untuk menampung bit Carry dari penjumlahan sebelumnya. 


Rangkaian dari n buah Full-Adder bisa dipakai untuk menjumlahkan n bit bilangan biner. Maka dalam hal ini, kita akan memperoleh rangkaian yang disebut Ripple-Carry-Adder.
Tabel Kebenaran dari full adder : 




5B.   PRINSIP KERJA

Dari tabel kebenaran di atas dapat di simpulkan bahwa prinsip kerja full adder menggunakan sistim persamaan BOOLEAN yaitu :

ATAU
SUM = A XOR B XOR C
CARRY = (A AND B) OR (A AND C) OR (B AND C)
JUGA DAPAT DISIMPULKAN BAHWA OUTPUT SUM BERLOGIKA 1 JIKA INPUT BERLOGIKA 1 BERJUMLAH GANJIL(1,3) DAN OUTPUT CARRY BERLOGIKA 1 JIKA INPUT BERLOGIKA 1 BERJUMLAH 2 ATAU LEBIH DARI DUA INPUT.

Minggu, 18 April 2010

TUGAS 4 "ALJABAR BOOLEAN"

4A. PEMBUKTIAN PERSAMAAN ALJABAR BOLEAN.


T1. Hukum Komutatif
       (a). A+B = B+A
       (b). A.B  = B.A

T2. Hukum Asosiatif
a.      (A+B)+C = A+(B+C)
b.      (AB) C = A (BC)

 T3. Hukum Distributif
a.      A(B+C) = AB + AC
b.      A +(BC) = (A+B) (A+C)
(a)   A + A = A
(b)    A A = A

 

T5. (a) AB+AB'=A
       (b) (A+B)(A+B')= A

 
(a) A + A B = A
(b) A (A + B) = A

 

T7
(a) 0 + A = A
(b) 0 A = 0

 

T8
(a)   1 + A = 1
(b)   (b) 1 A = A

 

T9
(a) A' +A=1
(b) A' A = 0


T10
(a) A+A' B= A+B
(b) A(A' + B) = AB


T11. TheoremaDe Morgan's
            (a) (A+B)' A' B'
            (b) (AB)' = A' + B' 
 
4B. Quiz Aljabar Boolean



  1. Give the relationship that represents the dual of the Boolean property A + 1 = 1?
    (Note: * = AND, + = OR and ' = NOT)
    1. A * 1 = 1
    2. A * 0 = 0
    3. A + 0 = 0
    4. A * A = A
    5. A * 1 = 1

SEBAB :
A
1
A+1
A*0
0
0
1
1
0
0
1
1
1
0
0



  1. Give the best definition of a literal?
    1. A Boolean variable
    2. The complement of a Boolean variable
    3. 1 or 2
    4. A Boolean variable interpreted literally
    5. The actual understanding of a Boolean variable
SEBAB : A literal = 1 atau 2
  1. Simplify the Boolean expression (A+B+C)(D+E)' + (A+B+C)(D+E) and choose the best answer.
    1. A + B + C
    2. D + E
    3. A'B'C'
    4. D'E'
    5. None of the above
Sebab : (A+B+C)(D+E)+(A+B+C)(D+E) = A+B+C
  1. Which of the following relationships represents the dual of the Boolean property x + x'y = x + y?
    1. x'(x + y') = x'y'
    2. x(x'y) = xy
    3. x*x' + y = xy
    4. x'(xy') = x'y'
    5. x(x' + y) = xy
Sebab : x+x’y =x+y ekuivalen dengan x(x’+y)=xy
  1. Given the function F(X,Y,Z) = XZ + Z(X'+ XY), the equivalent most simplified Boolean representation for F is:
    1. Z + YZ
    2. Z + XYZ
    3. XZ
    4. X + YZ
    5. None of the above
Sebab : fungsi yang tepat adal F(X,Y,Z)=Z
  1. Which of the following Boolean functions is algebraically complete?
    1. F = xy
    2. F = x + y
    3. F = x'
    4. F = xy + yz
    5. F = x + y'
Sebab : F(x,y)= x+y’ bisa menggunakan fungsi AND, OR, NOT . F ini adalah aljabar sempurna. Contoh : NOT: F(0,B)=B’ || OR : F(A, F(0,B))=A+B ||  AND:F(0,F(F(0,A),B))=A*B
  1. Simplification of the Boolean expression (A + B)'(C + D + E)' + (A + B)' yields which of the following results?
    1. A + B
    2. A'B'
    3. C + D + E
    4. C'D'E'
    5. A'B'C'D'E'
Dengan contoh x + xy = x, dengan x=(A+B)’=A’ B’ dan y=(C+D+E)’ = C‘D’E’
  1. Given that F = A'B'+ C'+ D'+ E', which of the following represent the only correct expression for F'?
    1. F'= A+B+C+D+E
    2. F'= ABCDE
    3. F'= AB(C+D+E)
    4. F'= AB+C'+D'+E'
    5. F'= (A+B)CDE
Sebab : persamaan diatas menggunakan persamaan DEMORGAN
  1. An equivalent representation for the Boolean expression A' + 1 is
    1. A
    2. A'
    3. 1
    4. 0
Alasan : Dari contoh boolean A+1 = 1, A=A.
  1. Simplification of the Boolean expression AB + ABC + ABCD + ABCDE + ABCDEF yields which of the following results?
    1. ABCDEF
    2. AB
    3. AB + CD + EF
    4. A + B + C + D + E + F
    5. A + B(C+D(E+F))
Alasan mengulang dari teori ASOSIATIF    x+xy= x.