Genealogy-J
Simple Family Tree
1. 1. Aksesibiltas(Operabilitas, Perseptabilitas)
Merupakan prinsip yang menekankan agar antarmuka dapat diakses oleh berbagai pengguna dengan kemampuan yang berbeda-beda secara visual, auditori, fisik dan kognitif serta berbeda pengalaman ataupun cara menyikapi teknologi.
• Operabilitas : dapat dioperasikan oleh kemampuan fisik manusia.
• Perseptabilitas : dapat diterima dan dipahami oleh kemampuan sensori manusia.
Genealogy-J
Berdasarkan tampilan awalnya antar muka ini sudah memenuhi prinsip pertama, karena dapat kita operasikan langsung dengan kemampuan fisik dan sensori.
Simple Family Tree
Dari tampilan awalnya user akan kebingungan, apa yang mesti di lakukan terlebih dahulu kurang dapat dicerna oleh kemampuan sensori.
2. 2. Visibilitas
Merupakan prinsip yang memperlihatkan status sistem dan metode penggunaan sistem dengan jelas.
Genealogy-J
Pada antarmuka ini sudah jelas memenuhi prinsip Visibilitas, karena sewaktu interface ini diakses maka akan langsung tampil di screen. Jadi status system nya jelas “sedang di akses”.
Simple Family Tree
Sama hal nya dengan software pembanding nya, simple family tree ini sudah memenuhi aspek Visibilitas.
3. 3. Kesederhanaan (Simplicity)
Keserhanaan (Simplicity) merupakan prinsip menyediakan antarmuka yang sesederhana mungkin, dengan cara :
• menggunakan penguakan progresif (progressive disclosure), menyembunyikan sesuatu hingga ia digunakan
• menyajikan fungsi yang umum dan perlu terlebih dahulu
• menyediakan hirarki visual yang jelas
• menyediakan default
• menyediakan keseragaman dan konsistensi
• mengeliminasi elemen yang tidak perlu.
• memungkinkan pengguna untuk fokus pada tugas / pekerjaannya, tanpa harus memikirkan mekanisme antarmuka.
• menyembunyikan cara kerja di dalam komputer dan komunikasi proses komputer.
• tidak menggunakan terlalu banyak kode dan istilah teknis.
Genealogy-J
Pada antarmuka ini masih belum memenuhi prinsip simplicity, karena masih banyak tombol-tombol yg memenuhi bar, yang malah membuat user bingung dan canggung dalam mengaksesnya.
Simple Family Tree
Interface ini sudah memenuhi prinsip kesederhanaan, sangat terlihat sewaktu di tampilan awal program ini dijalankan.
4. 4. Efisiensi
Prinsip yang menekankan pada minimasi pergerakan mata dan tangan serta aksi kendali lain.
• pengorganisasian sistem hendaknya sesuai dengan tugas-tugas yang dilakukan pengguna untuk menyelesaikan pekerjaannya.
• struktur dan aliran fungsi hendaknya memungkinkan transisi yang mudah antar beberapa tugas.
• jalur navigasi hendaknya sependek mungkin. Pengguna tidak boleh dipaksa untuk bernavigasi antar aplikasi atau antar banyak layar untuk menyelesaikan tugas sehari-hari.
• pergerakan mata ketika melihat layar hendaknya berurutan.
Genealogy-J
Antarmuka ini sangat tidak memenuhi prinsip efisiensi, karena susunan text dengan tombolnya sangat membuat mata harus bekerja dengan maksimal. Seharusnya disusun lebih rapi lagi sehingga pergerakan mata bias teratur.
Simple Family Tree
Penggunaan prinsip ini sangat baik di antar muka ini, karena susunan menu nya teratur dan sangat memudah kan pergeeakan mata.
5. 5. Konsistensi
• Konsistensi dengan dunia nyata : Penggunaan konvensi dan aturan yang sama dengan yang ada di dunia nyata.
• Konsistensi internal :
Penggunaan konvensi dan aturan yang sama untuk semua aspek sebuah antarmuka, meliputi :
– prosedur operasi dan navigasi
– identitas visual atau tema
– pengorganisasian, penyajian, penggunaan dan lokasi komponen
· Konsistensi eksternal
– Penggunaan konvensi dan aturan yang sama untuk semua antarmuka-antarmuka yang berhubungan.
– Bedakan hanya bila jelas manfaatnya bagi pengguna
Genealogy-J
Bisa dikatakan antarmuka ini sudah memenuhi prinsip ini, karena penggunaan icon nya sudah sesuai dengan kehidupan nyata.
Simple Family Tree
Antarmuka ini masih belum memenuhi prinsip ini, karena penggunaan menu-menunya berbeda dengan susunan menu pada software pada umumnya. Sehingga pengguna harus dapat menyesuakan dirinya sendiri dengan antarmuka ini.
6. 6. Prediktabilitas
· Pengguna hendaknya mengantisipasi progresi natural dari setiap tugas.
· menyediakan elemen layar yang dapat dibedakan dan dikenali
· menyediakan petunjuk / gambaran tentang hasil dari aksi yang akan dilakukan
· Tidak membungkus atau menggabungkan aksi.
· Semua ekspektasi hendaknya benar-benar terpenuhi.
Genealogy-J
Antarmuka ini sudah memenuhi prinsip ini karena tidak ditemukan tombol-tombol yang memiliki dua aksi sekaligus, dan penggunaan icon nya sudah dapat diekspektasikan oleh pengguna.
Simple Family Tree
Sama seperti genealogy, namun user cendrung bingung untuk mengakses dan sulit untuk mengekspektasikan “apa yang mesti dilakukan terlebih dahulu”.
7. 7. Kontrol dan Fleksibilitas
• Pengguna harus memegang kendali interaksi
• aksi dihasilkan dari permintaan pengguna
• aksi dilaksanakan dengan cepat
• aksi dapat diinterupsi dan dihentikan oleh pengguna
• Konteks harus berasal dari perspektif pengguna
• Upaya mencapai tujuan harus fleksibel dan
• kompatibel dengan kemampuan, pengalaman dan kesukaan pengguna.
• Menghindari penggunaan mode karena membatasi aksi yang disediakan untuk pengguna.
• Memungkinkan pengguna untuk melakukan kustomisasi aspek- aspek antarmuka, namun disamping itu sistem tetap menyediakan pengaturan default.
Genealogy-J
Aksi – aksi memang berdasarkan perintah pengguna, dan tidak ada pembatasan didalam nya. System juga memiliki pengaturan defaultnya bila kita telah mengkonfigurasi ulang pengaturan nya. Jadi sudah bisa dikatakan antarmuka ini sudah memakai prinsip ini dengan baik.
Simple Family Tree
Antarmuka ini masih belum memenuhi prinsip ini karena masih terdapat kerancuan dalam memenuhi tujuan pengguna.
8. 8. Respon terhadap pengguna (Responsiveness)
• Sistem harus menanggapi permintaan pengguna dengan cepat.
• Sistem menyediakan pemberitahuan segera (secara visual, tekstual ataupun auditori) atas segala tindakan pengguna.
Genealogy-J
Sudah memenuhi prinsip ini, karena prosesnya bsa dikatakan cepat dalam pemenuhan permintaan user.
Simple Family Tree
Belum memenuhi prinsip ini, karena masih ada menu yang tidak bisa di jalankan sewaktu diawal program tampil.
9. 9. Penanganan kesalahan
Forgiveness
• Toleransi dan memaafkan kesalahan manusia yang umum dan tidak bisa dihindari
• Mencegah terjadinya error.
• Melindungi dari bencana besar.
• Menyediakan pesan yang membangun ketika kesalahan (error) terjadi.
Recovery
• Sistem hendaknya memungkinkan perintah atau aksi dibatalkan atau dikembalikan.
• kembali dengan segera ke keadaan tertentu jika ditemui kesulitan.
• memastikan pengguna tidak pernah kehilangan hasil pekerjaannya akibat terjadinya kesalahan oleh pengguna atau terjadinya masalah pada perangkat keras & perangkat lunak
Safety
• melindungi pengguna dari melakukan kesalahan (mistake).
• menyediakan petunjuk, pengingat (dukungan memori bagi pengguna), daftar pilihan dan bantuan lainnya. Tidak mengandalkan pengguna untuk mengingat suatu hal.
Genealogy-J
Prinsip penanganan kesalahan sudah terpenuhi di antarmuka ini karena antarmuka ini menyediakan back dan forward untuk mengantisipasi jika kita melakukan kesalahan.
Simple Family Tree
Prinsip penanganan kesalahan tidak terdapat di antarmuka ini,karena di antarmuka ini tidak disediakan tombol undo redo,jadi kalau kita melakukan kesalahan tidak bisa di undo.
1010. Kejelasan arti dan tujuan setiap komponen pembentuk sistem
Antarmuka hendaknya jelas secara visual, konseptual, dan lingustik meliputi :
ü elemen visual
ü fungsi
ü metafor
ü kata dan teks
Genealogy-J
Pada antarmuka ini sudah memenuhi prinsip ini,jelas terlihat dimana pengguna harus mengisikan birth name. first name. data-data lainnya kalau ada siblings maka pengguna isikan dll.
Simple Family Tree
Prinsip ini belum terpenuhi di antarmuka ini karena kurang dalam strukturisasinya disbanding antarmuka diatas,jadi pengguna kurang jelas dan ragu.
1111. Kejelasan tentang keterkaitan antar komponen sistem secara keseluruhan
• Sistem hendaknya mudah dipelajari dan dimengerti. seorang pengguna hendaknya mengetahui hal-hal berikut : apa yang akan dilihat, apa artinya, apa yang akan dilakukan, kapan dilakukannya, dimana dilakukannya, kenapa melakukannya, bagaimana melakukannya
• Aliran tindakan, respon, presentasi visual dan informasi hendaknya dalam urutan yang masuk akal sehingga mudah untuk ditempatkan di dalam konteks.
Genealogy-J
Pada antarmuka ini keterkaitan antar komponen sistem secara keseluruhan sudah jelas,semua fungsi terstruktur dengan jelas,apa yang akan kita lakukan juga sudah diketahui.
Simple Family Tree
Antarmuka ini sebenarnya juga sudah memenuhi prinsip ini tetapi fungsi kurang terstruktur dengan baik dan jelas.
1212. Enak dipandang
ü menyediakan kontras (yang mempunyai arti) antar elemen layar.
ü membuat pengelompokan.
ü meratakan posisi elemen layar.
ü menyajikan dalam bentuk 3 dimensi.
ü menggunakan warna dan grafik secara efektif dan sederhana.
Genealogy-J
Pada antarmuka ini. Tampilannya enak dipandang. Tanpa adanya kesan mencolok pada antarmuka ini dan telah mewakili semua fungsi pada antarmuka .
Simple Family Tree
Tampilan pada antarmuka ini sangat polos, bahkan cendrung tidak menarik sama sekali.
1313. Kesan Pertama yang positif
Prinsip yang menekankan agar pengguna mau untuk menggunakan kembali setelah penggunaan pertama.
Genealogy-J
Pada antarmuka ini dapat dikatakan sudah memenuhi prinsip ini. Karena kesan yang positif dimana tampilan awalnya adalah penjelasan fungsi dari antarmuka ini dan tampilan sudah jelas terlihat yaitu untuk membuat silsilah keluarga.
Simple Family Tree
Pada antarmuka ini belum dikatakan memenuhi prinsip ini. Walaupun tampilan awalnya langsung membawa ke tampilan utama untuk membuat silsilah tetapi kesan positif kurang terlihat pada antarmuka ini.
1415. Trade-Off
Mempertimbangkan baik buruknya penerapan prinsip-prinsip yang saling berlawanan dan mengutamakan suatu prinsip dibandingkan prinsip yang lain, jika diperlukan.
Genealogy-J
Antarmuka ini lebih cendrung menekan prinsip enak dipandang dan konsistensi.
Simple Family Tree
Antarmuka ini lebih menekankan prinsip kesederhanaan yg justru sangat bertentangan dengan program pembanding “Genealogy-J”.
Kesimpulan
Dari dua buah contoh antarmuka yang sudah dibahas berdasarkan 14 prinsip umum perancangan antarmuka pengguna, dapat kita simpulkan bahwa :
- masing-masing antarmuka punya kelebihan dan kekurangan.
- Kedua antarmuka tersebut masih butuh pengembangan lebih lanjut.
- Tidak selamanya suatu antar muka memenuhi seluruh prinsip karena dari sekian banyak prinsip beberapa diantaranya saling bertolak belakang.